Bangkok: Wisata Kuil Terbaik (Rute 1 Hari)

Thailand terkenal dengan background budaya-nya bernuansa Agama Buddha yang telah menyatu dengan kehidupan para Raja dan masyarakatnya sehari-hari sejak dahulu kala. Seakan tidak pernah terpisahkan, jika jalan-jalan ke Thailand, tempat wisatanya juga mencakup jalan-jalan ke Kuil/Vihara megah di setiap perjalanan Tour/Travel, bucketlist para backpacker dan rekomendasi orang lokal Thai.

Tanpa melihat background Agama apapun, sebenarnya jalan-jalan ke Kuil/Vihara/Temple di Bangkok kita secara tidak langsung bisa mengenal budaya orang dan bangsa Thailand itu sendiri. Kuil-kuil di Thailand terbuka untuk semua Agama sehingga terbuka untuk semua kalangan Turis. Yang perlu kita perhatikan adalah menjaga etika dan sopan santun selama berada di kawasan wisata tersebut layaknya kita ke tempat ibadah di Indonesia.

Jika kamu berkunjung ke Bangkok dan menyempatkan 1 hari untuk wisata Religi atau sekedar explore tempat wisata Kuil di Bangkok, berikut lokasi dan rute rekomendasi saya agar kamu bisa hemat waktu perjalanan dalam 1 hari tersebut bisa keliling Kuil-Kuil terbaik.

Saya pilih 4 Kuil yang paling terkenal dan favorit dikunjungi turis. Urutan dibawah ini adalah berdasarkan rute terdekat tengah Kota Bangkok (Pusat), bukan berdasarkan rating paling bagus. Ini karna saya yakin setiap Kuil punya khas tersendiri dan tiap pembaca blog ini juga punya standar rating tersendiri tentang keindahan Kuil.

Disarankan mulai rute ini dari pagi sebelum jam 10.00 sudah berada di kuil pertama agar keburu sebelum Kuil terakhir tutup jam 5 (17.00) sore.

bangkok-temple-route-final

  1. WAT SAKET (TEMPLE OF GOLDEN MOUNT)

wat-saket-insta

Kuil ini dibangun dengan tinggi sekitar 58 meter, puncak diberi stupa emas raksasa sehingga terkesan seperti sebuah gunung dengan puncak emas jika berada dari kejauhan.

Foto terbaik memang terlihat bagus dari kejauhan karna sangat kontras tinggi-nya dibanding bangunan sekitarnya, tapi pemandangan dari atas Kuil ini juga tidak kalah menarik. Pendakian lebih dari 300 anak tangga dengan masing-masing tinggi anak tangga terbilang rendah (mudah), sesampainya di puncak bangunan kita bisa enjoy dan memotret panorama 360 derajat kota Bangkok yang indah.

Buka: 08.00 – 17.00 (tiap hari)

 

2) GRAND PALACE/ WAT PHRA KAEW

img_20170103_212355_151

Perjalanan ke Kuil berikutnya, Grand Palace, perlu menaiki Taxi/Uber/Grab karena tidak ada lintasan BTS dan MRT yang berdekatan dengan Grand Palace.

Grand Palace dulunya adalah rumah bagi keluarga Raja Thailand. Sekarang lebih ke pusat budaya, pariwisata dan untuk upacara Negara dan keagamaan. Grand Palace sudah menjadi landmark/ symbol kota Bangkok untuk kepopuleran-nya.

Di dalam Grand Palace bagian outer-court ada bangunan Temple of Emerald Buddha (Wat Phra Kaew). Disebut Emerald Buddha karena memiliki gambar Sang Buddha yang dipahat diatas sebuah batu Zamrud indah. Kuil ini dikelilingi oleh bangunan mirip candi-candi yang indah dilapisi emas.

Pergi ke sini uda kayak 1 lokasi dapat 2 tempat wisata. Arsitektur nya indah, megah dan dijamin banyak deh foto-foto kamu disini. Info lengkap tentang isi Grand Palace ke blog post ini (http://wp.me/p8ijus-24)

Buka: 08.00 – 17.00 (tiap hari)

Tiket: 100 Baht

 

3) WAT PHO (TEMPLE OF RECLINING BUDDHA)

Processed with VSCO

wat-pho-reclining-buddha-bangkok-travel-guide1

Jarak Kuil ini pas di sebelah lokasi Grand Palace. Salah satu Kuil terbesar di Bangkok, kuil ini terkenal dengan Patung Buddha Tidur raksasa (Reclining Buddha) yang seluruhnya dibalut dengan emas. Tinggi bisa mencapai 15 meter, panjang 46 meter, sangat besar hingga Patung Buddha raksasa ini seakan disesak-kan masuk dalam bangunan kuil.

Bagian kaki Patung Buddha juga diukir unik, menunjukkan 108 karakteristik yg me-representasikan 108 perbuatan dan symbol yang membantu Sang Buddha mencapai penerangan sempurna.

Selain Patung Buddha raksasa, area kuil ini juga sangat luas untuk di-explore karena Kuil ini juga terkenal sebagai pusat edukasi tradisional massage dan pengobatan.

Buka: 08.00 – 17.00 (tiap hari)

Tiket: 100 Baht

 

4)WAT ARUN (TEMPLE OF DAWN)

wat-arun-retouched

Dari Wat Pho, menuju ke Wat Arun kita perlu menyeberangi sungai Chao Phraya. Keluar dari Exit terdekat dari pavilion Patung Buddha Tidur raksasa, ada penunjuk arah untuk tempat berlabuh kapal penyeberangan. Hanya sekitar 13 Baht tiket kapal, kita akan melintasi sungai yang hanya makan waktu sekitar 5 menit saja.

Wat Arun kalau dilihat dari dekat untuk bangunan dan penempatan lokasi antar candi mirip dengan Candi Prambanan punya Indonesia. Yang menariknya dari Wat Arun adalah saat menjelang matahari terbenam (sunset) karena dari sisi Sungai, sunset terlihat seperti pas di belakang Wat Arun sehingga dinamakan Kuil Fajar (Temple of Dawn).

Banyak orang mengabadikan foto Wat Arun layaknya landmark kota Bangkok karna terlihat anggun di atas air, di bawah langit senja sore (sunset) dan dihiasi lampu Candi warna emas. Oleh karena ita saya menempatkan Wat Arun di rute terakhir perjalanan wisata Kuil 1 hari ini supaya anda tidak melewatkannya.

Buka: 8.30 – 17.30

Ticket: 100 Baht

 

Advertisements

Bangkok: Grand Palace

Layaknya wisata kota-kota terkenal dunia seperti di Paris ada Menara Eiffel, Sydney dengan Opera House. Jika ke Bangkok dan tidak pergi ke tempat satu ini pasti akan dibilang ‘belum ke Bangkok’. Grand Palace adalah landmark atau ikon utama dari kota Bangkok yang paling sering dikunjungi para turis.

Seolah telah menjadi keharusan, Grand Palace dibangun di tahun 1782 dan selama 150 tahun menjadi rumah kerajaan dari Raja Thailand tentunya menjadikan tempat wisata ini sangat spesial karena mata pengunjung juga dimanjakan dengan arstitektur indah kerajaan budaya Thailand disertai adat Agama Buddha yang khas. Arsitektur dan design dari bangunan ini unik dan tidak bisa anda temukan di Negara-negara lain di seluruh dunia.

Grand Palace yang sekarang tidak lagi menjadi tempat tinggal utama dari keluarga Raja dan pemerintahannya, namun lebih ke pusat budaya, pariwisata dan untuk upacara negara dan keagamaan.

Grand Palace terbagi menjadi beberapa area:

  • Outer Court: kantor kerajaan, bangunan public dan Temple of Emerald Buddha (Kuil batu Zamrud Buddha)
  • Middle Court: bangunan residential dan gedung pemerintahan.
  • Inner Court: area khusus untuk Raja dan keluarganya.
inside-grand-palace
Map of Outer Court

Untuk pariwisata, biasanya para pengunjung banyak menghabiskan waktu di area Outer Court, terutama di sekitar Temple of Emerald Buddha (Wat Phra Kaew) karena Kuil ini dikelilingi oleh bangunan mirip candi-candi yang indah dilapisi emas.

Perasaan saya ke Grand Palace sangatlah takjub karena ini beda dengan candi-candi yang biasa kita orang Indonesia lihat di Borobudur atau Prambanan. Bangunan Grand Palace terlihat begitu megah, anggun dan ada daya tarik tersendiri bagi mereka yang pemerhati budaya. Pahatan seni di tiap bangunan terlihat begitu detail, penggunaan warna nya juga melambangkan tradisi Thai yang sangat kuat dan tidak terkesan kuno layaknya batu-batu tua. Oleh karena itu saya setuju sekali kalau ini benar-benar dijuluki Landmark kota Bangkok. Luar Biasa!

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Temple Of Emerald Buddha

Lanjut jalan-jalan di area Outer Court, ada bangunan Temple of Emerald Buddha. Disebut Emerald Buddha karena memiliki gambar Sang Buddha yang dipahat diatas sebuah batu Zamrud indah.

Kuil ini bebas dimasuki untuk semua Agama. Setiap pengunjung hanya diwajibkan melepaskan alas kaki (sepatu) dan topi sebelum masuk ke area dalam kuil. Ambil Foto hanya diperbolehkan hingga di depan pintu masuk. Di dalam kuil, pengunjung tidak diperbolehkan Foto atau merekam Video dan menjaga sopan santun kepada orang lain yang sedang beribadah. Adapun papan peringatan di tiap pintu masuk yang memudahkan/mengingatkan kembali tiap pengunjung.

Jpeg
Temple of Emerald Buddha

Jpeg


Buka: 8.30 – 15.30 (jangan datang terlalu sore)

Tiket: 500 THB

Dress Code area Grand Palace:

Setiap pengunjung diharap menaati tata tertib pakaian untuk menghormati (sopan santun) selama berada di area kerajaan dan tempat ibadah dengan tidak memakai:

  • No Tank-tops and sleeveless shirt: pakaian singlet/ tanpa lengan bagi wanita & pria
  • No Shorts: celana pendek
  • No Sandal
  • No See-through shirts and blouses: baju dan kemeja tipis tembus pandang

Jika anda terlanjur ke Grand Palace tanpa persiapan pakaian dress code, tidak perlu khawatir, sebelum pintu masuk ada Booth yang menawarkan sarung atau pakaian sewa untuk bisa menutupi bagian tubuh yang dirasa ‘terbuka’. Anda perlu taruh uang jaminan (deposit) 200 THB dan bisa dikembalikan saat anda mengembalikan barang yang anda pinjam saat keluar.

Pesan saya: Grand Palace adalah tempat wisata yang indah, namun kita sebagai pengunjung tetap perlu menjaga sopan santun selama berada di area suci ini. (jangan bikin malu orang Indo, hehehe ;))


Transportasi:

Taxi: tiap supir taxi mengenal kata Grand Palace. Pilih taxi yang bersedia pakai argo biaya (hati-hati Scammers!).

Uber/Grab taxi: Search “Grand Palace”dan tag sebagai destinasimu

Transportasi Publik:

  • Ambil BTS menuju Saphan Taksin.
  • turun di BTS Saphan Taksin, jalan hingga ke pinggir Sungai (Pier) untuk ambil Boat menuju area Wat Pho/ Grand Palace
  • Naik Boat sekitar 10 menit lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke pintu masuk Grand Palace.

(Banyak bertanya jika anda masih ragu-ragu, orang Thai mengerti English patah-patah/broken English. Tidak perlu malu karena orang Thai ramah-ramah terhadap turis)

ASIATIQUE

Asiatique adalah perpaduan unik pusat perbelanjaan (Mall), pasar malam dan entertainment show di Bangkok. Dengan design Open-Air modern disamping Sungai Chao Phraya, tempat ini sangat cocok buat mereka yang suka belanja oleh-oleh unik, shopping, jajan makanan layaknya pasar malam dan nonton cabaret show.

Buka dari jam 17.00 (5 sore), Asiatique diklaim punya lebih dari 1.500 Boutique dan 40 Restaurant dalam satu kompleks seperti Pergudangan Luas yang modern. Anda juga bisa menikmati suasana malam kota Bangkok dengan naik Bianglala (Ferris Wheel).

Restaurant di dalam Asiatique sangat beragam dari local Thai Food, Italian, Western, Japanese, Chinese Food dan masih banyak lagi. Kebetulan pilihan restaurant saya sewaktu kunjungan adalah Bangkok: Happy Fish

SONY DSC
Happy Fish
Jpeg
Baan Khanitha by The River

JpegJpeg

Barang yang dijual sangat beragam: pakaian, souvenir, kerajinan tangan, perhiasan hingga gadget elektronik.

Dari sisi style Fashion dan merchandise yg dijual disini, kelihatan lebih ber-kelas (up-scale) dibanding yang di Chatuchak Market. Harga juga beragam dari merk terkenal sampai yang terjangkau. Cocok deh disebut ‘One-Stop Shopping’ untuk semua kalangan.

JpegJpeg

Malam hari kita juga bisa menonton Calypso Cabaret (Salah satu Cabaret Banci Show terkenal di kota Bangkok) dan Muay Thai Performance. Jadwal main Cabaret tiap malam pukul 20:15 & 21:45.

calypso-cabaret
Calypso Cabaret Show

Jika anda hanya Short-stay (1-2 malam) di Bangkok, saya sangat merekomendasikan berkunjung Asiatique malam hari karena convenience lokasinya yang ‘serba-ada-semua’, suasana santai angin sepoi-sepoi pinggir sungai dan modern minimalist design nya yang berkelas.


Buka: 17:00 – 24:00 (Tiap Hari)


Alamat: Chareonkrung Soi 74-76

Transportasi:

cara termudah dan tercepat adalah via kapal Boat.

  • Ambil BTS menuju Saphan Taksin.
  • turun BTS jalan ke pinggir Sungai (Pier) untuk ambil Free Shuttle Boat.
  • Naik Shuttle Boat sekitar 10 menit. Boat operasional hingga pukul 23:00 (11 malam)

Taxi menuju ke Asiatique kurang di-rekomendasikan karena berpotensi macet untuk area sekitar Asiatique.

Bangkok: Sab Sab Wanton Mee

Restaurant ini sebenarnya saya temukan tidak disengaja. Kebetulan hotel saya nginap terletak tidak jauh dari Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok & Platinum Mall. Sewaktu berjalan kaki mencari makan pagi, saya melewati McDonald Shibuya 19 Mall dan ada jalan kecil bernama: Soi Petchaburi 19. Disitu saya melihat banyak orang antri.

Karna penasaran itu apa, saya iseng tanya orang antri dan mereka jawab sedang antri restaurant. Yang antri rata-rata adalah turis dari Malaysia, Singapore & HK.  Tambah bikin penasaran, di depan nya banyak tertulis: “No Branch in Singapore” (=Tidak Ada Cabang di Singapore) membuat kesan bahwa saking terkenalnya di Singapore sampai ada yang mencoba pakai nama restaurant ini tanpa seijin pemilik aslinya.

Sambil antri, saya pakai English nanya makanan special disini karna menu tersaji dalam tulisan Thai & Mandarin.


Menu:

Pork Wanton Mee

Stewed Pork Knuckle with Rice

Harga per porsi: 100THB

Jpeg
Pork Wanton Mee

JpegJpeg

Porsinya cukup kecil, mungkin seperti 1 bungkus indomie instant jika pesan Noodle-nya. Hanya mangkoknya yang keliatan besar.

Tempatnya lumayan kecil, untuk sekian banyak orang antri nasib tempat duduk anda diatur oleh Pelayan restaurant. Anda harus rela duduk se-meja panjang dengan orang lain.

Bisa order memakai bahasa English.

Sebaiknya antri saat breakfast sekitar jam 9 – 11:00 saat matahari tidak terlalu panas untuk antrian panjang.


Verdict:

Karna antrian bisa tambah panjang saat Lunch, sebaiknya pergi pagi. Rasa Makanan-nya enak namun 1 porsi tidak akan cukup untuk Cowo. Harga lumayan Pricey untuk ukuran noodle di Thailand.


Lokasi:

Soi Petchaburi 19

(Jalan samping Shibuya 19 Shopping Mall)

Pratunam, Bangkok

map

Bisa di search Google Map: “Sabx2 Wanton Mee”

Open: 9:00 – 16:00

Bangkok: Happy Fish

Perjalanan kuliner saya berlanjut ke Asiatique, sebuah kawasan shopping mall semi-outdoor malam yang terletak di depan Chao Phraya River. Perjalanan kesini lebih romantis via direct boat dari BTS Saphan Taksin.

Sesampai-nya di Asiatique, langsung deh group wefie & selfie (kebiasaan orang indo). Perut langsung lapar melihat restaurant berjejeran di depan Riverside. Pilihan Mr.Geeky jatuh pada Bistro Seafood modern-minimalis bernama Happy Fish. Bistro ini sangat mudah ditemukan jika berjalan sepanjang samping sungai (Riverside) ke arah Bianglala (Ferris Wheel)

img_20170102_210928_573

SONY DSC

happyfish-inside

Ambience Bistro ini sangat bagus baik dari segi interior maupun exterior. Pengunjung bisa memilih duduk indoor di temani suasana Live Band atau outdoor dengan angin & keramaian orang berlalu-lalang. Live band nya membawakan lagu local Pop Thai yang menurut saya masih enak didengar & tidak terlalu bising. Pas dengan suasana pinggir River yang santai & chill.


Menu makanan disini rata-rata adalah masakan Thai, Italian dan Western. Harga nya masih cukup terjangkau jika dibandingkan dengan restaurant serupa di dalam mall di Jakarta.

Menu yang diorder adalah:

  1. Pad Thai: mirip kwetiau ala Thai yang rada asem, disajikan dengan seafood udang & kacang
  2. BBQ Pork Ribs: juicy dan enak
  3. Honey Chicken with black sticky rice: pertama kali cobain black sticky rice, enak juga.. (heheh)
img_20170102_210051_558
Prawn Pad Thai
img_20170102_210403_931
BBQ Pork Ribs
Jpeg
Honey Chicken with Black Sticky Rice

Para pelayan (waitress & waitor) bisa berbahasa English, memudahkan kita dalam proses order.


Verdict:

Tak salah deh pilihan saya kesini. Good Food, Good Music and Good Services.


Lokasi:

Happy Fish Bar & Bistro

Riverside Zone, Asiatique The Riverfront

Open: 17:00 – 01:00

(Info lengkap cara ke )

 

Bangkok: Mango Tango

Thailand terkenal dengan buah Mangga-nya yang manis dan segar. Nah, kalo inget mangga, ingetnya Mango Tango. Inilah motto dari restaurant dessert ini. Restaurant ini menyediakan semua jenis makanan dessert dan minuman dari buah Mangga.

Interior minimalis-modern dan suasana yang santai, adem membuat suasana hati para pengunjung terbawa adem juga. Aturan restaurant ini adalah: setiap orang wajib order minimal 1 porsi makanan. Jika anda datang ber-empat orang, maka minimal order adalah empat menu. Loh, kok maksa gitu sih? Eits, tenang dulu, setelah anda coba menu populernya sekali, 1 porsi mungkin tidak akan pernah cukup lagi.


Menu terkenal yang paling sering diorder adalah Mango Tango with extra sticky Rice.

Menu komplit ini terdiri dari buah Mangga segar, pudding mangga, es krim dan nasi ketan khas Thailand (sticky rice).

mango-tango-branded
Mango Sticky Rice

Yang paling saya suka dari menu ini adalah perpaduan dari buah, es krim dan puddingnya yang kaya akan rasa mangga tetapi tidak terlalu manis, malah saya merasa sangat pas di lidah. Mungkin bagi mereka yang on-diet, tidak perlu terlalu cemas jika makan mango tango.

Buah Mangga nya segar, berpadu sempurna dengan texture es krimnya dan pudding yang lembut. Sticky rice nya adalah sentuhan akhir special ala Thai yang dijamin bakal buat anda mau teruuuss. Hhmmm.. yummy!!

Tidak kalah enak juga dari menu-nya: Sundae, Yogurt, Smoothies, Juices.

Jpeg

Jpeg

Jpeg


Verdict:

Dari kecil saya suka buah mangga dan Restaurant ini sempurna buat para pecinta mangga. Rasa dessert-nya sangat special di lidah dan memori saya selama di Bangkok. Saya sempat mencoba Mango sticky rice di night market lain, tapi sejauh ini belum ada yang bisa kalahin Mango Tango.

Mango Tango is 100% a-must visit place the next time I visit Bangkok.


Lokasi

Mango Tango di Bangkok ada 3 cabang yaitu di Siam Square, Asiatique dan di Kota ChiangMai.

mango-tango-branches

Mr. Geeky berkunjung salah 1 cabang di Siam Square Soi 3:

Hanya di seberang Siam Paragon, anda cukup melewati BTS Siam Station lalu turun escalator menuju Siam Square Soi 3. Ada patung Mango Tango cukup besar di luar pintu restaurant.

mango-tango-map

Open: 11:30 – 22:00

Lokasi Mango Tango juga bisa anda cari dan tag di Google Map dengan ketik: “Mango Tango Siam Square”

Bangkok: Somboon Seafood

Gedung di depan Mango Tango cabang Siam, ada gedung mall bernama SIAM SQUARE ONE. Di dalam nya terdapat salah satu restaurant Seafood favorit local Thailand, yaitu Somboon Seafood

Seperti Indonesia, masakan Thailand dikaruniai oleh banyak rempah-rempah dengan rasa pedas yang bisa langsung bikin orang Indonesia merasa cocok dengan masakan Thailand. Walaupun di Indonesia ada banyak Seafood, namun tidak salahnya kita mencoba Seafood di Bangkok.

Jpeg


Di Somboon, menu yang paling terkenal nya adalah Fried Curry Crab (Kepiting Goreng saus Kari). Menu ini tersaji berupa kepiting fresh yang telah dipotong-potong, lalu digoreng dengan saus kari lezat ala Thai. Makanan ini tidak pedas. Jika anda pingin rasa yang lebih berani, bisa order versi pedasnya, Fried Curry Chili Crab.

Jpeg

Begitu makanan tersaji dan selesai difoto, tanpa menunggu lama saya langsung menyantap Kepitingnya tanpa nasi supaya bisa merasakan sensasi kenikmatan daging kepiting nya dibalut saus kari. Ternyata emang beneran, enaaak… textur dagingnya lembut, juicy ditambah saus kari dengan rempah-rempah yang menambah ketajaman dan kelezatan dari makanan ini. Ga salah deh kalau orang lain yang pernah kesini, merekomendasikannya kembali ke teman-temannya.

Kami juga order Prawn meatballs with sweet sauce (bakso udang dengan saus manis). Udangnya enak dengan saus manis-pedas untuk dicelup-celupin.

Jpeg

Restaurant ini bersih, modern dan dilengkapi dengan pelayanan Waitress yang bisa berbahasa English. Menu nya juga dalam bilingual bahasa Thai & English. Jelas sekali mana menu yang recommended hanya melihat dari buku menunya. Jadi sangat mudah melakukan orderan.


Verdict:

Saya enjoy dengan makanan di restaurant ini walaupun saat berkunjung perut memang masih terasa kenyang dengan makanan sebelumnya. Jadi sangat disayangkan kami tidak bisa mencoba menu seafood lainnya. Overall saya tetap makan banyak di restaurant ini saking Fried Curry Crab enaknya ga ketolongan. Hehehe.. Still most-recommended for all of you.

img_20170102_204923_871


Lokasi

Siam Square One building, 4th Floor.

(BTS Siam Station)

Open: 11:00 – 22:00